Pages

Ads 468x60px

Selasa, 12 Maret 2013

Facebook Kembangkan Ponsel Baru.!!!

HTC

HTC CHACHA

HTC dan Facebook kembali bekerja sama dalam mengembangkan "Facebook Phone". Perangkat baru yang diberi nama kode "Myst" ini dikabarkan akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2013 ini, memiliki layar sentuh 4,3 inci, dan spesifikasi menengah.

Sekadar catatan, sebelumnya HTC dan Facebook telah bersama-sama mengembangkan "ponsel Facebook" yang dinamakan HTC ChaCha. Meskipun demikian, popularitas perangkat itu agak kurang terdengar.

Kabar mengenai HTC Myst pertama kalinya diberitakan oleh situs teknologi Unwired View, Sabtu (9/3/2013).

Menurut sebuah sumber yang bisa dipercaya, seperti dikutip dari situs itu, HTC Myst akan dipersenjatai dengan berbagai aplikasi buatan Facebook, seperti aplikasi jejaring sosial Facebook, Facebook Messenger, dan Instagram. 

Belum ada kabar apakah produk ini akan dilengkapi tombol Facebook khusus, seperti yang dimiliki HTC ChaCha.

Dari segi spesifikasi, HTC Myst akan menggunakan prosesor Snapdragon MSM8930 dengan kecepatan 1,5GHz dari Qualcomm, RAM 1GB, dan media internal berkapasitas 16GB (tidak dilengkapi slot microSD).

Selain itu, ponsel ini memiliki layar dengan bentang 4,3 inci yang mampu mendukung resolusi 720p dengan tingkat kerapatan 320 pixel per inch, kamera 5 megapiksel di bagian belakang, kamera 1,6 megapiksel di bagian depannya, dan sistem operasi Android 4.1.2 (Jelly Bean).

Dari segi konektivitas, HTC Myst akan dilengkapi Bluetooth 4.0, WiFi 802.11 a/b/g/n, dan LTE.  

Hingga saat ini, HTC dan Facebook masih belum memberikan konfirmasi mengenai rumor Myst tersebut.
read more

Klik 'Like' Facebook, Kepribadian Bisa Ditebak.!

KAREN BLEIER / AFPFacebook


Penelitian di Cambridge University mendapatkan temuan, bahwa dari setiap klik "Like" di media sosial Facebook, profil kepribadian seseorang bisa disusun. Sebuah algoritma digunakan dalam penelitian ini untuk menebak agama, politik, ras, dan orientasi seksual dari preferensi "Like" seseorang di Facebook.
"Secara mengejutkan, hasilnya akurat memotret kepribadian seseorang," kata Ketua Tim Peneliti, Michael Kosinski, seperti dipublikasikan dalam jurnal PNAS. Penelitian melibatkan 58 ribu sukarelawan, yang memberikan tanda jempol di Facebook dan informasi demografi.
Penelitian mendapatkan hasil tes psikometri, sebuah tes yang dirancang untuk menyoroti kepribadian seseorang. Data 'like' di Facebook dimasukkan dalam algoritma lalu dicocokkan dengan tes kepribadian.
Hasilnya, 88 persen akurat mengenali jenis kelamin laki-laki, 95 persen akurat membedakan ras Afrika-Amerika dari Kaukasia-Amerika, dan 85 persen akurat memilah simpatisan Demokrat atau Republik. Keyakinan responden pun 82 persen akurat terpetakan dari penelitian ini, antara Muslim dan Kristen. Demikian juga 65 persen akurasi terkait relasi, dan 73 persen soal penyalahgunaan zat terlarang.
Menurut penelitian ini, tautan yang jarang diklik 'suka', adalah terkait atribut seperti pernikahan sejenis. Atribut ini hanya diklik oleh kurang dari 5 persen responden. Sebaliknya, algoritma mengumpulkan banyak klik 'like' untuk musik dan acara televisi, yang bisa dipakai untuk menyusun profil seseorang.
Tapi, penelitian pun mendapatkan hasil yang cukup aneh. Misalnya, memberi tanda suka pada kentang goreng ternyata berkorelasi dengan kecerdasan tinggi. Sementara, orang yang menyukai film Dark Night cenderung punya lebih sedikit teman dibandingkan yang tak menyukai film itu.
Berpikir ulang soal data
Penelitian ini bakal menjadi 'musik merdu' di telinga perusahaan yang memanfaatkan sosial media untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan melalui pemasaran personal. Tapi, para peneliti juga mengingatkan bahwa pembuatan profil digital seseorang dapat melanggar privasi.
Kosinski mengatakan akan mengapresiasi penggunaan penelitian ini untuk memberikan rekomendasi buku. Atau, kata dia, hasil penelitian digunakan Facebook untuk memilah cerita yang paling relevan dimunculkan di newsfeed seseorang.
Tapi, Kosinski mengaku bisa bisa membayangkan situasi ketika data dan teknologi yang sama dipakai untuk memperkirakan pilihan politik atau orientasi seksual seseorang. "Bisa mengancam kebebasan bahkan hidup," ujar dia.
Anggota tim peneliti, David Stillwell, memberikan saran sederhana bagi para pengguna Facebook. "Ubah seting privasi Anda," kata dia. Stillwell mengatakan seting standar opsi 'like' di Facebook memang 'public', tapi Facebook tak memaksa semua penggunanya tetap menggunakan seting itu.
Stillwell menekankan bahwa sekadar mengeklik 'like' di Facebook punya implikasi luas, tak sekadar tanda di sosial media. Tapi, sebut dia, setiap klik itu akan menjadi rekaman digital di catatan perambah (browser) sebagai bahan untuk 'mencari' sesuatu.
"Penelitian ini harus membunyikan lonceng alaram untuk setiap orang yang berpikir seting privasi adalah solusi untuk melindungi informasi online," kata Direktur Grup Kampanye Big Brother Watch, Nick Pickles. Menurut dia, dibutuhkan pemikiran ulang secara fundamental tentang seberapa banyak data yang sukarela hendak kita bagi kepada publik.
Membagi kesukaan individu di halaman, ujar Pickles, terlihat seolah tak akan menjadi gangguan. Tapi, kata dia, dari mengeklik 'like' saja orang bisa dikategorisasikan dan ditebak kebiasaannya. "Sampai ke area yang lebih personal dan sensitif dari yang disadari orang-orang," tegas dia.
Pickles pun menuding hasil penelitian ini kembali memperjelas tentang tidak transparannya pemakaian data pengguna sosial media. "Semakin membenarkan kekhawatiran bahwa data kami dieksploitasi untuk keuntungan komersial," ujar dia.
read more

Beginilah Cara Google Bikin Karyawan Betah.

Google

Kantor Google

Perusahaan mana yang tidak ingin karyawannya setia, produktif, dan betah bekerja di kantor? Karena itulah, perusahaan yang baik dan sehat pasti berusaha menjaga iklim kerja dan semangat para karyawannya dengan memberikan tunjangan serta fasilitas terbaik bagi mereka. 

Hal ini pun dilakukan oleh perusahaan-perusahaan teknologi yang berbasis di Silicon Valley, California, AS. Salah satunya adalah Google.

Selain dikenal baik hati kepada para karyawannya, Google juga menjadi salah satu perusahaan teknologi yang paling diincar oleh para pencari kerja. Betapa tidak? Tunjangan-tunjangan serta fasilitas yang diberikan oleh perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ini mampu menjamin para karyawannya hidup senang, tenang, dan berkecukupan. Tampaknya tak ada hal lain yang perlu dikhawatirkan oleh para Googler (karyawan Google), kecuali pekerjaan mereka. 

Apa saja fasilitas yang bisa dinikmati oleh para Googler? 

Google menyediakan transportasi gratis bagi para Googler yang tinggal di sekitar Mountain View, dekat dengan lokasi Googleplex (kantor Google). Google juga menyediakan fasilitas pangkas rambut gratis di kantor bagi para karyawannya yang sibuk. Mereka tak perlu pergi ke salon sendiri dan antre untuk memangkas rambut atau poninya yang sudah mulai panjang.

Agar para Googler bisa benar-benar beristirahat di akhir pekan, Google menyediakan fasilitaslaundry dan layanan dry cleaning di kantornya. Jadi, bukan hal aneh jika setiap akhir pekan para karyawan membawa pakaian kotornya ke Googleplex.

Di Googleplex, karyawan juga bisa bersantai sambil bermain ping pong, biliar, dan foosball alias tablefootball. Meja-meja permainan ini terletak di beberapa tempat dalam gedung. Bagi para Googler yang hobi "berolahraga jempol", Google juga menyediakan perlengkapan video game

Kalau mau, karyawan Google boleh membawa hewan peliharaannya ke kantor. Akan tetapi, yang satu ini rasanya sulit jika ingin sering dilakukan karena bekerja sambil mengawasi hewan peliharaan bukan hal yang mudah dilakukan. Untuk menyambut akhir pekan, setiap Jumat, para Googler biasa berkumpul bersama sambil minum bir dan anggur gratis. 

Seru, tetapi itu belum apa-apa. Masih banyak tunjangan dan fasilitas yang dapat dinikmati oleh para Googler. Daftarnya dilansir oleh Business Insider dan pasti membuat Anda bermimpi untuk bekerja di sana. 

Makanan dan minuman gratis

Makan siang gratis di kantor karyawan mungkin hal yang sudah biasa di banyak kantor. Nah, di Googleplex, selain makan siang, sarapan dan makan malam pun selalu tersedia bagi karyawan. Ini karena lokasi kantor Google agak jauh dari restoran. Fasilitas yang satu ini membuat para Googler bisa menghemat waktu dan uang mereka. 

Googleplex juga dilengkapi dapur-dapur kecil yang menyediakan kopi, snack, dan minuman bagi para karyawan. Dapur-dapur itu ditempatkan berdekatan dengan ruang kerja karyawan agar Googler tak perlu pergi jauh dari mejanya untuk mengambil makanan. Intinya, perut para penghuni Googleplex dijamin selalu kenyang.

Jaminan kesehatan 

Agar karyawannya tetap bugar, Google menyediakan gym dan kolam renang di lingkungan kantornya. Tak tanggung-tanggung, kolam renang itu dijaga oleh petugas khusus untuk memastikan keselamatan para penggunanya. Karyawan Google yang tidak enak badan atau terluka saat bekerja juga bisa membuat janji dengan dokter di Googleplex. 

Meskipun bekerja di Google terlihat sangat menyenangkan, para karyawan juga punya tanggung jawab yang besar dan dituntut untuk berkinerja baik. Karena itu, pekerjaan juga bisa membuat mereka pusing. Namun, ketika sukses menyelesaikan suatu proyek dengan baik, mereka bisa menikmati bonus pijat selama 1 jam dari therapist yang disewa Google.

Aturan 80/20

Aturan Google yang satu ini sangat terkenal. Google menuntut para karyawannya untuk menghabiskan 80 persen waktu kerja di kantor untuk mengerjakan pekerjaan mereka, dan meluangkan 20 persen sisanya untuk mengerjakan proyek khusus sesuai passion mereka. Artinya, dalam waktu kerja standar selama seminggu, ada satu hari penuh yang dapat mereka gunakan untuk mengerjakan proyek di luar pekerjaan utama mereka.

Google banyak mengembangkan teknologi masa depan di Google Labs. Menurut Google, kebanyakan teknologi canggih itu justru berawal dari proyek-proyek "sampingan" para karyawan dalam program 20 persen itu.

Bertemu banyak orang pintar

Karyawan Google adalah orang-orang yang pintar. Di Googleplex, mereka juga terbiasa bertemu dan bekerja dengan orang-orang pintar lainnya, termasuk Larry Page dan Sergey Brin. Googler juga sudah terbiasa bertemu dan bekerja dengan para pemimpin, pemikir, dan seleb di industri teknologi. 

Meskipun para karyawannya sudah pintar, Google tetap mendorong mereka untuk selalu belajar. Salah satu buktinya, pintu kamar mandi dan bagian atas urinoir dalam toilet kantor mereka dihiasi berbagai puzzle dan tips seputar coding. Rupanya para Googler juga percaya bahwa toilet merupakan salah satu tempat terbaik untuk menemukan inspirasi.

TechStop

TechStop adalah unit tech-support yang dijaga oleh para spesialis TI terbaik di Googleplex. Di sana, para karyawan yang mendapat kesulitan berhubungan dengan hardware dan software bisa meminta pertolongan. TechStop buka 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Urusan TI sepele sekalipun akan dilayani di tempat ini, termasuk ketika karyawan lupa membawa charger laptop-nya ke kantor. 

Cuti melahirkan dan punya anak

Pepatah "banyak anak banyak rezeki" tampaknya berlaku bagi para Googler. Sementara kantor-kantor lain hanya memberikan cuti melahirkan kepada para karyawan perempuan, Google juga bermurah hati memberikan cuti "menyambut anak" bagi para karyawan laki-lakinya. 

Google memberikan hadiah "libur" selama 6 minggu, dan tetap digaji, kepada Googler laki-laki yang istrinya melahirkan. Sementara itu, kepada Googler perempuan yang baru melahirkan, Google memberikan libur selama 18 minggu setelah sang anak lahir. 

Bukan itu saja. Setelah kelahiran sang anak, karyawan juga mendapatkan bonus untuk meringankan biaya-biaya membeli kebutuhan bayi. Setelah sang ibu kembali bekerja, dia bisa membawa bayinya ke kantor dan menitipkannya di fasilitas Day Care yang disediakan di Googleplex.

Tunjangan kematian

Google menjamin kesejahteraan karyawannya, bahkan sampai mereka meninggal dunia. Ketika ada Googler yang meninggal dunia, perusahaan akan mencairkan asuransi jiwa karyawan dan memberikannya kepada keluarga yang ditinggalkan. Google juga akan membayarkan setengah dari gaji karyawan tersebut kepada suami/istrinya yang ditinggalkan hingga 10 tahun ke depan. Selain itu, Google juga akan memberikan tunjangan sebesar 1.000 dollar AS yang diberikan setiap bulan kepada anak-anak almarhum. 

Jadi, siapa yang ingin bekerja di Googleplex.?
read more

Mengapa Karyawan Yahoo Dilarang Kerja dari Rumah.?

siliconangle.com

Kantor Pusat Yahoo! Inc di Sunnyvale, California, AS.

Sementara banyak perusahaan mulai mempertimbangkan untuk menerapkan sistem kerja remote (dari jarak jauh) bagi para karyawannya, belum lama ini CEO Yahoo, Marissa Mayer, justru membuat peraturan baru yang mengharuskan para karyawannya bekerja di kantor. Peraturan tersebut mulai berlaku pada Juni 2013 mendatang.

Sistem kerja remote memang menawarkan kelebihan dan kemudahan bagi perusahaan dan karyawan. Namun, tantangannya cukup berat, terutama dalam hal menjaga komunikasi, produktivitas, dan iklim kolaborasi antarkaryawan dan tim. Tampaknya tantangan ini sulit dihadapi Yahoo.

Dalam memo tertulis yang dikirimkan oleh Jackie Reses, Executive Vice President of People & Development Yahoo! Inc., peraturan baru itu dibuat untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi para karyawan—agar mereka menjadi lebih produktif.

Peraturan tersebut menuai banyak pro dan kontra. Kritik dan ungkapan kekecewaan terutama datang dari kalangan karyawan yang sudah telanjur menikmati nyamannya bekerja dari rumah. Tetapi, banyak pula blogger dan ibu yang memiliki anak melayangkan protes. Menurut mereka, Mayer tidak memahami penderitaan para ibu yang bekerja.

Namun, banyak pula pihak yang mendukung Mayer. Tom Gimbel, pendiri dan CEO LaSalle Network, salah satunya. LaSalle Network adalah sebuah perusahaan perekrutan SDM yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat.

Menurut Gimbel, seperti dikutip dari Business Insider, keputusan itu diambil Mayer bukan karena tidak memedulikan hak pekerja, terutama para ibu yang memiliki anak. Keputusan itu diambil karena Yahoo yang sedang menghadapi masalah dan perlu mengubah kultur perusahaannya. Untuk melakukan perubahan, perusahaan membutuhkan kehadiran para karyawannya secara fisik. 

Gimbel menganalogikan Yahoo seperti sebuah tim basket. Satu tim basket terdiri dari lima orang pemain yang tidak bisa bermain di lapangan yang berbeda. Di lapangan yang berbeda, mereka mungkin bisa menjadi penembak bola yang jitu. Tetapi, mereka tidak akan tahu bagaimana caranya bekerja sama. Gimbel menilai, dengan menerapkan peraturan itu, Mayer justru memberi kesempatan bagi setiap karyawan untuk menyelamatkan Yahoo dan mengubah perusahaan itu menjadi lebih baik.

Keputusan Mayer juga mendapat dukungan dari beberapa mantan karyawan Yahoo, termasuk mantan eksekutif Yahoo, Michael Katz. Menurut Katz, larangan bagi karyawan Yahoo untuk bekerja dari rumah adalah hal yang sangat tepat.

Ada beberapa alasan mengapa Mayer harus membuat peraturan tersebut. Jumlah karyawan Yahoo yang bekerja secara remote sangat banyak, dan mereka berasal dari berbagai divisi—mulai dari divisi marketing hingga engineering. Kebanyakan dari mereka tidak produktif. Selain itu, kebanyakan perusahaan digital lainnya di Silicon Valley tidak menerapkan sistem kerja remote seperti yang dilakukan Yahoo, contohnya Google dan Facebook.

Alasan finansial tampaknya juga menjadi pertimbangan Mayer. Dengan adanya peraturan itu, para karyawan yang tidak mau bekerja di kantor bisa berhenti dari Yahoo. Hal ini tentunya akan membantu Yahoo melakukan penghematan.

Pada intinya, Yahoo menjadi terpuruk karena selama 15 tahun terakhir sudah menjadi perusahaan yang “malas”dan memanjakan para karyawannya. Di bawah kepemimpinannya, tampaknya Mayer merasa sangat perlu menata ulang Yahoo agar bisa menjadi perusahaan yang lebih “langsing dan gesit”.
read more

Jumat, 08 Maret 2013

Galaxy S IV Punya Fitur Geser Layar dengan Mata.?

IbtimesUndangan Samsung Galaxy S IV

Selain dipersenjatai hardware yang mumpuni, smartphone terbaru Samsung, Galaxy S IV, juga akan dilengkapi dengan software yang canggih.

Seseorang yang telah mencoba perangkat tersebut mengungkapkan, pengguna perangkat ini dapat menggulirkan (scroll) layar hanya dengan menggunakan mata, tanpa harus menyentuh layar.

Menurut pegawai Samsung yang meminta namanya dirahasiakan, Galaxy S IV akan melacak mata pengguna untuk menentukan ke mana layar akan bergulir.

Sebagai contoh, saat pengguna sedang membaca sebuah artikel dan pandangan mata mereka berada di ujung artikel, software canggih ini akan secara otomatis menggulirkan layar ke bawah untuk menampilkan paragraf selanjutnya.

Sayangnya, sumber rahasia tersebut tidak mau membeberkan teknologi apa yang digunakan untuk mendeteksi pergerakan mata tersebut. Teknologi ini juga belum tentu akan didemonstrasikan pada peluncuran Galaxy S IV pada 14 Maret 2013 mendatang.

Pada bulan Januari 2013 lalu, Samsung memang dikabarkan telah mendaftarkan hak paten di Eropa dengan nama "Eye Scroll". Paten tersebut kemudian didaftarkan juga di Amerika Serikat dengan nama "Samsung Eye Scroll" pada bulan Februari lalu.

Paten ini dideskripsikan sebagai layanan "aplikasi komputer yang mampu mendeteksi pergerakan mata dan menggulirkan layar dari perangkat mobile, seperti ponsel, smartphone, dan tablet".

Galaxy S IV sendiri dikabarkan akan menggunakan spesifikasi yang tinggi. Perangkat ini akan hadir dengan prosesor Exynos 5410 1,8GHz 8 core, RAM 2GB, chip grafis PowerVR SGX 544MP, layar 5 inci, kamera 13 megapiksel, dan sistem operasi Android 4.2 (Jelly Bean).
read more

Galaxy S IV Tetap Pakai Bahan Plastik.?

EngadgetKeluarga Galaxy S: Galaxy S III, Galax S II, dan Galaxy S.

Smartphone termutakhir besutan Samsung, Galaxy S IV sudah dipastikan akan diperkenalkan pada 14 Februari mendatang di kota New York, AS.

Beberapa hari menjelang tanggal peluncurannya, rumor soal penerus Galaxy S III ini semakin banyak beredar. Mulai dari ukuran layar, prosesor yang digunakan, varian internal storage, sampai dengan fitur geser layar dengan lirikan mata.

Dari sekian banyak rumor tersebut, ada informasi yang sangat ditunggu-tunggu. Yaitu, casing Galaxy S IV akan menggunakan bahan apa, aluminium atau tetap bahan plastik?

Bagi penggemar produk Samsung Galaxy bersiaplah kecewa karena kemungkinan besar Galaxy S IV akan tetap menggunakan bahan plastik. Sama persis dengan Galaxy S III dan kebanyakan gadget Samsung Galaxy.

Salah satu petinggi Samsung, Y.H. Lee, saat berbincang dengan CNet pada Rabu (7/3/2013), mengindikasikan, bahan plastik tetap digunakan di Galaxy S IV.

Lee menyatakan, Galaxy S IV dirancang berdasarkan masukan dari konsumen yang menginginkan tampilan dan kesan premium. Meski demikian, faktor kepraktisannya tetaplah menjadi penentu utama.

Tak dijelaskan secara gamblang apa yang dimaksud dari faktor kepraktisan ini. Namun, sepertinya mengacu pada casing berbahan plastik.

Lee kemudian menyebutkan, saat memilih bahan casing smartphone, Samsung tak sekadar mempertimbangkan dari penampilannya saja. Namun, Samsung juga memperhitungkan kecepatan dan keefisienan produk tersebut saat harus diproduksi dalam jumlah/volume yang sangat tinggi.

Selain itu, faktor daya tahan produk tersebut pun menjadi pertimbangan utama. Inilah yang menjadi alasan utama Samsung tetap ngotot menggunakan casing berbahan plastik di produk-produkgadget-nya. 
read more

Pakai iOS, Apple iWatch Meluncur Akhir 2013.!!!



Rancangan rekaan jam tangan pintar Apple.


Jam tangan pintar buatan Apple hampir dipastikan bukanlah sekadar rumor. Kabar terbaru menyebutkan, Apple iWatch akan menggunakan sistem operasi iOS, sama dengan di iPhone dan iPad.

Apple menargetkan peluncuran jam tangan pintar pada akhir tahun 2013 ini. Saat ini, Apple disebutkan masih berkutat dengan masalah ketahanan baterainya.

Menurut sebuah sumber kepada situs teknologi TheVerge, setelah di-charge penuh, prototipe jam tangan pintar ini hanya mampu bertahan beberapa hari saja. Apple menginginkan iWatch dapat bertahan lebih lama, setidaknya 4 sampai 5 hari.

Pemilihan iOS sebagai sistem operasi jam yang akan dibuat menggunakan material kaca melengkung (curved glass) ini, bukan sistem operasi lain, dianggap sangat menarik.

Sebelumnya, Apple pernah menggunakan OS mobile yang mirip iOS di iPod nano generasi keenam, yang dirilis pada tahun 2010. Alasan penggunaan OS ini karena dianggap lebih ringan dan sederhana, meski memiliki beberapa limitasi jika dibanding iOS.

Jika kabar ini akurat, keputusan menggunakan iOS di iWatch akan menguntungkan Apple, developer, dan tentu saja penggunanya. Aplikasi-aplikasi iOS di iPhone dan iPad tak perlu dibangun ulang dari awal untuk dapat digunakan di iWatch.

Langkah Apple menunda peluncuran demi mempertajam keandalan daya tahan baterai iWatch pun dianggap sebuah langkah yang sangat tepat. Karena untuk sebuah gadget yang dipakai (di pergelangan tangan) keandalan baterai merupakan fitur utama. Sangat tak nyaman, sebuah jam tangan harus dilepas dan di-charge setiap beberapa jam dalam satu harinya.

TheVerge
 juga mengatakan, Apple memiliki pekerjaan besar yang harus dilakukan dalam hal membangun alur yang tepat untuk pemindahan informasi dan notifkasi antara iPhone dan iWatch.

Apple tentu telah memikirkan segalanya dalam perancangan gadget kategori baru ini. Ini terlihat dari kabar soal adanya 100-an pekerja demi kesuksesan iWatch ini.

Dari sekitar 100 orang anggota tim, tidak semua karyawan berfokus dalam mengembangkan hardware dan software untuk produk tersebut. Ada juga karyawan yang ditunjuk untuk mendesain dan juga memikirkan strategi untuk memasarkan perangkat yang satu ini.
read more

Facebook Ubah Tampilan, Lebih Segar dan Besar.!

FacebookTampilan baru Facebook

Facebook melakukan perubahan tampilan agar mengurangi kesemrawutan di halaman home atau News Feed. Konten yang dipublikasi teman akan tampil lebih bersih dan segar.

Facebook menjanjikan setiap foto, artikel berita, peta, dan konten lain yang dipublikasi akan jauh lebih hidup dan berwarna-warni. Ya, Facebook memperkuat unsur visual dalam jejaring sosial mereka. Tampilan foto dan konten visualnya diperbesar.

Dalam siaran pers pihak Facebook mengatakan, desain tersebut terinspirasi dari tampilan Facebook di aplikasi untuk perangkat mobile iOS dan Android. Dengan ini, tampilan di situs web dan mobileakan konsisten.

Sebelah kiri adalah menu untuk pribadi, aplikasi yang terpasang, dan grup. Lalu di tengah akan menampilkan News Feed atau semua konten yang dipublikasi teman.

Desain baru itu akan ditampilkan secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan, termasuk versi web dan mobile. Namun, versi mobile akan tampil lebih dulu di iPhone dan iPad. Android menyusul kemudian.

Jika Anda ingin mendapat tampilan baru lebih dulu, silakan kunjungi dan daftarkan diri Anda diwww.facebook.com/newsfeed.
read more

Bayar dulu jika ingin melakukan hal ini di Facebook.!!


Meskipun news Feed baru Facebook memang menarik dan menggairahkan, nampaknya para pengguna juga harus waspada. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan baru yang mungkin bisa merugikan.
(8/3), bersamaan dengan dikeluarkannya News Feed baru, ada pula perubahan kebijakan yang dikeluarkan Facebook. kebijakan baru ini adalah menarik sejumlah uang kepada pengguna yang tidak ingin Facebook mereka disisipi iklan.
Nantinya, jika kebijakan ini diterapkan, pengguna bisa saja menghilangkan iklan yang mengganggu dari halaman Facebook mereka. Namun begitu, fitur ini tidak gratis. Ada sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh para pengguna jika memang menginginkan hal tersebut.
Kebijakan ini sendiri sebenarnya sudah digodok sejak lama oleh Mark Zuckerberg dan timnya. Bahkan, sejak 2011 silam mereka sudah mendaftarkan paten yang berkaitan dengan hal tersebut.
Dalam paten tersebut, tertulis bahwa pengguna bisa memilih satu atau lebih obyek jejaring sosial untuk menutupi iklan yang biasanya ditujukan kepada pengguna atau pengunjung halaman pengguna yang diatur oleh sistem jejaring sosial.
Adapun obyek jejaring sosial yang dimaksud adalah berbagai fitur seperti foto album, slide show, ataupun sebuah pesan yang mengikat. Aplikasinya nanti nampak pada beberapa gambar di bawah ini:
Masih belum jelas kapankah kebijakan baru ini akan diterapkan oleh Facebook. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Facebook sendiri masih enggan memberikan tanggapannya.
Memang sejak melakukan IPO pada tahun 2012 lalu Facebook sangat gatal mencari pemasukan. Mulai dari iklan sampai pesan berbayar pun sudah mereka jajaki supaya bisa terus menambah pundi-pundi uang perusahaan ini.
read more