Pages

Ads 468x60px

Sabtu, 08 Februari 2014

Akal Facebook Menyimpan Data Pengguna.

ReadWrite
Data center Facebook
Setiap hari, tak terhitung banyaknya foto, video, dan jenis-jenis file lain yang diunggah oleh ratusan juta pengguna ke Facebook. Hanya sebagian kecil di antaranya yang sering dilihat oleh pengguna. Namun, semua konten ini tentu perlu disimpan sehingga memakan ruang media storage di server jejaring sosial tersebut.
Bagaimana caranya agar konten-konten usang bisa tetap dipertahankan di media penyimpanan (supaya tidak hilang ketika dicari) tetapi tidak terlalu memakan tempat dan biaya? Facebook merasa perlu mencari alternatif selain hard disk konvensional.

Minggu lalu, pada ajang Open Compute Summit, perusahaan ini memperlihatkan purwarupa sistem cold storage yang menggunakan cakram Blu-ray untuk menyimpan data hingga hitungan Petabyte atau jutaan Gigabyte.

Sebanyak 10.000 cakram Blu-ray bisa disimpan dalam lemari khusus yang tingginya lebih dari 2 meter. Lengan-lengan robot lantas mengambil cakram-cakram yang diatur dalam serangkaian magasin untuk mengambil data dari disc yang sesuai.

Sebuah cakram Blu-ray sendiri didesain utnuk menampung data mulai dari 25 GB untuk setiap keping single-layer hingga 128 GB pada keping varian 4-layer.

Dikutip dari The Verge, wakil presiden bidang teknis Facebook Jay Parikh mengatakan bahwa sistem berbasis Blu-ray ini bisa menghemat penggunaan energi hingga 80 persen dan ongkos hingga 50 persen dibandingkan metode cold storage konvensional yang mengandalkan hard disk.

Blu-ray bukan medium ideal untuk penyimpanan utama karena kecepatan transfer data yang relatif lamban, tetapi cakram ini cocok digunakan untuk menyimpan data yang jarang diakses, seperti backup file foto dan video pengguna Facebook.

Saat ini, penyimpan data Blu-ray tersebut sudah mulai digunakan oleh Facebook dan bisa menyimpan sejumlah besar data, mencapai 30 Petabyte. Ke depannya, perusahaan jejaring sosial itu berniat menggunakan flash memori hemat energi untuk menyimpan data, tetapi solusi ini relatif mahal dibandingkan alternatif lain.
read more

Dua Versi Samsung Galaxy S5

Wisnubrata/Kompas.com
Galaxy S4 Active
Belum lagi resmi diumumkan, Galaxy S5 diprediksi bakal memiliki dua "kembaran". Informasi itu diungkapkan oleh bocoran terkini yang dilansir oleh Cnet.

Disebutkan bahwa dua kembaran tersebut tak lain merupakan versi Active yang tahan air dan versi Zoom yang dilengkapi kamera dengan lensa zoom.

Informasi keberadaan versi Active dari Galaxy S5 dilaporkan oleh situs berbahasa Korea ET News, sementara kehadiran versi Zoom diperoleh dari laporan database impor di India yang mencantumkan perangkat bernama "SM-C115 Samsung Mobile Camera".

Sebelumnya, ponsel andalan terdahulu dari Samsung, Galaxy S4, juga didampingi dengan varian bernama Galaxy S4 Active dan Galaxy S4 Zoom.

Samsung memang memiliki strategi membanjiri pasar dengan beragam varian dari sebuah produk, dengan tujuan merengkuh pengguna sebanyak-banyaknya dari berbagai kalangan dengan kebutuhan berbeda.

Galaxy S4, misalnya juga memiliki varian "Mini" dan belakangan "Black Edition" yang dilabur warna hitam dan bahan kulit imitasi.

Varian Zoom dari Galaxy S5 diduga bakal dibanderol seharga 523 dollar AS, atau kurang lebih setara dengan Galaxy S4 Zoom pada saat peluncurannya. Untuk saat ini   belum ada informasi spesifikasi menyangkut varian Active dan Zoom Galaxy S5.

Samsung disebutkan menetapkan target tinggi untuk penjualan Galaxy S5 Active tahun ini. Perangkat tersebut diharapkan bisa memberi kontribusi 20-30 persen dari keseluruhan penjualan lini Galaxy S5.

Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan Galaxy S4 Active yang hanya mampu meyumbang 4 persen ke penjualan gabungan Galaxu S4.

Galaxy S5 sendiri disinyalir akan meluncur secara resmi menjelang acara Mobile WorldCongress, tanggal 24 Februari mendatang di Barcelona.
read more

Android Masih Malu-malu Cicipi Kitkat

Dokumentasi Sundar Pichai, kepala produk Android dan Chrome, via Google
Maskot Android KitKat
Versi terbaru sistem operasi Android 4.4 atau KitKat telah diluncurkan Google pada Oktober tahun lalu. Namun, ternyata penyebaran KitKat belum seperti yang diharapkan.
Sebuah survei yang dilakukan baru-baru ini mengungkap bahwa pengguna KitKat masih kurang dari 2 persen populasi Android.
Data yang diambil dari situs resmi Developer Android mengungkapkan, pengguna KitKat baru berjumlah 1,8 persen. Pada Januari lalu, pengguna KitKat tercatat 1,4 persen.
Sementara sistem operasi Android yang paling banyak digunakan adalah Jelly Bean (4.1 - 4.3), sebesar kurang lebih 60 persen.
Gingerbread berada di urutan kedua dengan persentase 20 persen diikuti oleh Ice Cream Sandwich dengan capaian 16,1 persen.
developer.android.com
Persentase OS Android
Data tersebut dikumpulkan dari aplikasi Google Play Store terbaru, dimana hanya mendukung Android 2.2 ke atas. Perangkat yang menggunakan Android versi lebih lama, mulai dari versi 2.2 tidak terdata.
Dari data tersebut, bisa disimpulkan bahwa KitKat baru diadopsi oleh jajaran linismartphone Google Nexus dan perangkat Motorola saja. Sementara, vendor-vendor lain masih dalam proses upgrade atau membuat perangkat KitKat baru.
Untuk melakukan upgrade, dikutip dari The Next Web, Minggu(5/2/2014), pabrikan smartphone butuh melakukan proses koordinasi yang panjang, baik dengan Google atauoperator. Hal inilah yang menyebabkan prosesnya menjadi lama.
Situasi tersebut berlainan dengan sistem operasi iOS milik Apple yang bisa dilakukan dengan cepat. Sebagai perbandingan, iOS 7 diluncurkan pada September lalu dan telah dipakai 64 persen pengguna iPhone dalam satu bulan saja.
read more

Dua Versi Samsung Galaxy S5

Galaxy S4 Active
Belum lagi resmi diumumkan, Galaxy S5 diprediksi bakal memiliki dua "kembaran". Informasi itu diungkapkan oleh bocoran terkini yang dilansir oleh Cnet.

Disebutkan bahwa dua kembaran tersebut tak lain merupakan versi Active yang tahan air dan versi Zoom yang dilengkapi kamera dengan lensa zoom.

Informasi keberadaan versi Active dari Galaxy S5 dilaporkan oleh situs berbahasa Korea ET News, sementara kehadiran versi Zoom diperoleh dari laporan database impor di India yang mencantumkan perangkat bernama "SM-C115 Samsung Mobile Camera".

Sebelumnya, ponsel andalan terdahulu dari Samsung, Galaxy S4, juga didampingi denganvarian bernama Galaxy S4 Active dan Galaxy S4 Zoom.

Samsung memang memiliki strategi membanjiri pasar dengan beragam varian dari sebuah produk, dengan tujuan merengkuh pengguna sebanyak-banyaknya dari berbagai kalangan dengan kebutuhan berbeda.

Galaxy S4, misalnya juga memiliki varian "Mini" dan belakangan "Black Edition" yang dilabur warna hitam dan bahan kulit imitasi.

Varian Zoom dari Galaxy S5 diduga bakal dibanderol seharga 523 dollar AS, atau kurang lebih setara dengan Galaxy S4 Zoom pada saat peluncurannya. Untuk saat ini   belum ada informasi spesifikasi menyangkut varian Active dan Zoom Galaxy S5.

Samsung disebutkan menetapkan target tinggi untuk penjualan Galaxy S5 Active tahun ini. Perangkat tersebut diharapkan bisa memberi kontribusi 20-30 persen dari keseluruhan penjualan lini Galaxy S5.

Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan Galaxy S4 Active yang hanya mampu meyumbang 4 persen ke penjualan gabungan Galaxu S4.

Galaxy S5 sendiri disinyalir akan meluncur secara resmi menjelang acara Mobile WorldCongress, tanggal 24 Februari mendatang di Barcelona.
read more

Pembaharuan, BBM Android-iOS Mulai Tinggalkan PIN.!!


Ilustrasi.
Aplikasi messaging BlackBerry Messenger (BBM) semenjak awal diperkenalkan di platform BlackBerry membutuhkan personal identification number (PIN) bagi penggunanya untuk saling terhubung dan berkomunikasi.

Metode PIN tersebut juga masih digunakan saat BBM diluncurkan untuk platform Androiddan iOS. Namun, dengan update terbaru yang dirilis BlackBerry, Kamis (6/2/2014), prosesi tukar-menukar PIN mulai ditinggalkan. Kini, pengguna BBM bisa menambah teman tanpa perlu PIN lagi.

Melalui blog perusahaan, BlackBerry mengumumkan update terbaru BBM di Android dan iOS telah dibekali fitur "Find Friends", yang tak meminta informasi PIN teman. Alih-alih meminta PIN, aplikasi tersebut akan mengenali daftar kontak penggunanya yang menggunakan BBM.

PhonearenaFitur Find Friends di BBM untuk Android dan iOS, tak lagi butuh PIN
Pengguna pun bisa mengundang pengguna baru untuk menggunakan BBM melalui e-mailatau SMS.

Metode ini mirip dengan yang dilakukan aplikasi layanan messaging WhatsApp yang menggunakan nomor telepon sebagai alat identifikasi. WhatsApp akan mengenali kontak yang menggunakan layanannya melalui nomor kontak yang tersimpan.

Namun, metode yang digunakan BlackBerry dalam mengenali kontak ini tidak dibeberkan lebih lanjut. 

BlackBerry kemungkinan akan membandingkan daftar kontak yang dimiliki pengguna dengan informasi yang tersimpan dalam server BlackBerry.

Kamis (6/2/2014) pagi, update terbaru BBM lintas platform baru tersedia untuk pengguna iOS dan sudah bisa diunduh di App Store atau melalui tautan ini

Update: BBM update terbaru untuk Android yang mendukung fitur Find Friends telah tersedia dan dapat diunduh di Play Store atau melalui tautan berikut ini.

Pengguna BBM di Android sepertinya harus menunggu beberapa hari lagi untuk mencoba fitur tambah teman tanpa PIN tersebut.

BBM lintas platform saat ini hanya dapat berjalan di perangkat yang memakai sistem operasi Android versi 4.0 ke atas dan iOS 6 ke atas. Namun, dalam waktu dekat perangkat Android versi 2.3 (Gingerbread) akan bisa menikmati layanan BBM.
read more

Akhirnya, Beli Aplikasi Android Bisa Pakai Rupiah.!!

Google Play Store
Kini, Google Play Store sudah mendukung mata uang Rupiah
Google baru saja memperbarui aplikasi toko digital Play Store. Dalam pembaruan tersebut, Google telah mengizinkan pengguna Android di Indonesia membeli aplikasi dengan menggunakan mata uang Rupiah. 

Sebelumnya, untuk mengunduh aplikasi berbayar, pengguna hanya bisa menggunakan mata uang Dollar AS.

Selain itu, Google juga telah membuka akses untuk para pengembang aplikasi (developer)di 25 negara, termasuk Indonesia, untuk menjual aplikasi mereka dalam mata uang lokal.

Ada beberapa keuntungan dari penerapan mata uang lokal ini. Kini, pengguna sudah tidak perlu repot-repot lagi untuk mengonversikan kurs Dollar ke Rupiah saat ingin membeli aplikasi.

Keuntungan lainnya, harga aplikasi akan tetap, tidak berubah mengikuti fluktuasi mata uang.

Selain Indonesia, negara-negara yang sudah menggunakan mata uang lokal di Google Play Store adalah Australia, Bolivia, Bulgaria, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Mesir, Latvia, Libanon, Lithuania, Malaysia, Moroko, Pakistan, Peru, Filipina, Rumania, Arab Saudi, Afrika Selatan, Thailand, Turki, Ukraina, Uni Emirat Arab, Venezuela, dan Vietnam.

Adapun dalam pembaruan kali ini, masih belum ada pilihan sistem pembayaran lainnya. Pengguna diharuskan untuk menggunakan kartu kredit untuk membeli sebuah aplikasi. Tentu proses ini cukup menyulitkan, mengingat belum semua pengguna gadget Android belum memiliki kartu kredit.

Selain Google Play Store, toko aplikasi Apple App Store dan juga iTunes juga sudah menjual berbagai konten, seperti aplikasi, musik, dan film, dalam mata uang Rupiah.
read more

Google Kini Bayar Langsung Aplikasi Android Buatan Indonesia.!!


Ilustrasi.
Google mengubah kebijakan penjualan aplikasi Android di Indonesia. Selain menampilkan harga aplikasi dengan mata uang rupiah, sekarang pengembang asal Indonesia juga bisa merilis aplikasi Android berbayar di Google Play Store.

Mulai Jumat (7/2/2014), Google sudah mau mentransfer uang hasil penjualan aplikasi Android berbayar ke rekening bank di Indonesia. Ini sangat memudahkan pengembang Indonesia dalam menjual aplikasi berbayar karena mereka tak perlu lagi berurusan dengan perantara dari negara lain.

Cukup dengan membuka rekening bank di Indonesia, dan mendaftarkannya di Play Store, maka pengembang dapat menerima transfer uang hasil penjualan aplikasi dari Google.

Pengguna Android di Indonesia sendiri mulai hari ini sudah bisa membeli aplikasi di Play Store dengan harga mulai Rp 12.000.

CEO pengembang game TouchTen, Anton Soeharyo, menyambut perubahan kebijakan yang sangat memudahkan pengembang asal Indonesia ini. "Ini perubahan yang bagus, dan kami jadi semangat untuk membuat game di Android. Kami bisa langsung tarik uang hasil penjualan dari bank di Indonesia," kata Anton saat dihubungi KompasTekno.

Sebelumnya, Google tidak mau mentransfer uang hasil penjualan aplikasi Android ke rekening bank di Indonesia. Hal ini membuat pengembang Indonesia hanya dapat melakukan registrasi dan memublikasikan aplikasi gratis di Play Store.

Sementara itu, jika ingin memublikasi aplikasi atau game berbayar, pengembang aplikasi lokal biasanya menjalin kemitraan dengan publisher aplikasi atau game dari Singapura, Hongkong, atau Amerika Serikat.

Jika menjalin kemitraan dengan publisher di luar negeri, biasanya mereka memotong keuntungan pengembang. CEO perusahaan pengembang aplikasi DyCode asal Bandung, Andri Yadi mengatakan, publisher biasanya meminta biaya sekitar 10 persen dari total 70 persen yang diterima pengembang atas aplikasi Android berbayar yang mereka jual.

"Kalau dulu untung kita jadi berkurang, jadi hanya dapat 60 persen dari hasil penjualan. Tapi sekarang developer di Indonesia sudah bisa dapat untung 70 persen, dan 30 persennya untuk Google," kata Andri.

Meski sekarang pengembang aplikasi di Indonesia sudah bisa berjualan langsung di Play Store, mereka masih harus dihadapkan pada masalah klasik dalam ekosistem Android, yaitu pembajakan aplikasi. Dalam kasus ini, dibutuhkan kesadaran pengguna untuk lebih menghargai karya dan kreativitas para pengembang.

Potong pulsa

Pengembang aplikasi dan game di Indonesia sebenarnya punya harapan besar agar Google mau menerima pembayaran dengan metode potong pulsa, lantaran jumlah penggunakartu kredit di Indonesia tidak mengalami pertumbuhan signifikan. Sementara itu, untuk membeli aplikasi, pengguna ponsel pintar atau tablet di Indonesia lebih familiar dengan metode potong pulsa.

"Di Jepang dan Korea Selatan, Google sudah membuka metode pembayaran potong pulsa untuk pembelian aplikasi Android. Ini salah satu alasan kenapa pengembang di sana kaya, dan ekosistemnya tumbuh pesat," ujar Anton.

Beberapa perusahaan operator seluler di Indonesia sudah berusaha melobi Google agar mau membuka metode potong pulsa. Namun, hingga kini Google belum merealisasikan hal itu.

Toko aplikasi online Windows Phone, Nokia Store, dan BlackBerry World sudah lama membuka metode potong pulsa hasil kerja sama dengan perusahaan operator seluler. Hal ini sangat memudahkan pengembang untuk mendapatkan uang dari aplikasi mereka
read more

10 Tips Agar Puas Belanja Online.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi
Pernahkah Anda kecewa saat berbelanja melalui internet? Jangan takut, Anda tidak sendirian. 

Survei yang dilakukan oleh perusahaan e-commerce Rakuten baru-baru ini menunjukkan bahwa sebanyak 84 persen pebelanja online Indonesia punya pengalaman berbelanja online yang tak memuaskan. Hanya 25% pebelanja online yang puas berbelanja online.

Berikut adalah sepuluh tips untuk membantu berbelanja online dari Rakuten. Diharapkan tips ini bisa menghadirkan belanja online lebih cerdas, menghemat waktu dan terhindar dari kekecewaan:

1. Maksimalkan waktu untuk riset. 

Sangat bagus untuk terlebih dahulu melakukan riset tentang produk dan menunda keputusan untuk membeli. Tapi bagaimana kalau kita bisa mempergunakan waktu itu dengan sedikit lebih efisien? 

Pin board digital seperti Pinterest adalah cara yang bagus untuk mengatur produk-produk yang Anda cari dan bagikan ke teman-teman atau kolega, untuk mengetahui pendapat mereka sebelum memutuskan melakukan pembelian. 

Riset dari majalah Harvard Business Review mendapati bahwa 21 persen pengguna Pinterest belanja di toko setelah mem-pin, mem-pin ulang, atau memberikan Like barang-barang yang tampil di pin board. 

2. Cari tahu siapa penjaga atau pemilik toko online. 

Rakuten Smart Shopping Survey mendapati bahwa lebih dari 40 persen konsumen jarang atau tak pernah berinteraksi dengan merchant ketika berbelanja online. Padahal kita akan sering menyambangi butik atau toko yang memberikan pelayanan bersifat personal. 

Jadi, ketika berbelanja online, kenapa tidak mencari situs-situs yang menawarkan opsi berbeda berupa komunikasi yang langsung dan mudah dengan merchant online, sehingga Anda bisa mengajukan pertanyaan tentang produk-produk yang dipajang?
 
3. Lihat baik-baik foto produk dan spesifikasi detilnya. 

Situs yang memungkinkan merchant menampilkan foto produk yang realistis dan informasi yang detil, sebagai contoh ukuran dan kecocokan, akan membantu Anda dengan mudah dan lekas memutuskan apakah, misalnya, jins yang ada lihat itu adalah yang Anda inginkan.

4. Perhatikan testimoni produk dan rating, baik positif maupun negatif. 

Testimoni dari pembeli yang lain adalah salah satu cara terbaik untuk menaksir apakah produk dan toko online itu bisa dipercaya, sebelum Anda membeli.

5. Pakai tool belanja sosial. 

Ada situs-situs yang menawarkan opsi “Belanja Bersama” untuk Anda dan meminta teman-teman Anda memberikan pendapatnya ketika melihat produk yang sama. 

Tool ini memungkinkan Anda berkaca pada pengalaman dengan bertanya pada teman baik Anda, misalnya apakah memang Anda harus membeli gaun kuning yang sedang trendi itu atau tidak. Itu juga membuat pengalaman berbelanja jadi sangat lebih menyenangkan dan menghibur!

6. Pergilah ke marketplace online untuk mendapatkan pilihan yang lebih luas. 

Anda akan punya lebih banyak pilihan dan pengalaman one stop shopping akan menghemat waktu dan bebas gangguan ketimbang Anda harus mengunjungi banyak situs. 

Ini juga berarti bahwa Anda bisa melakukan lebih dari satu pembelian dan check out sekali jalan, sehingga lebih menghemat waktu dan efisien. 

7. Manfaatkan Program Spesial. 

Sama seperti Anda akan mendapatkan kopi gratis melalui program loyalty di kafe favorit, kredit loyalti online atau poin adalah cara yang bagus untuk mendapatkan 'cash' tambahan yang bisa dikeluarkan pada pembelian berikutnya. 

Situs one-stop cenderung menambahkan potongan harga kolektif tambahan, penjualan spesial, dan insentif, yang mana Anda bisa ajukan untuk menghemat uang ketika membeli di lebih dari satu toko.  

8. Periksalah adanya variasi opsi pembayaran yang ada. 

Kalau Anda bisa memilih metode pembayaran yang Anda inginkan, artinya Anda cenderung tidak akan meninggalkan barang belanjaan di keranjang belanja tanpa melakukan pembayaran. 

9. Cari tahu situs mana yang menawarkan opsi pengiriman. 

Seberapa sering kita check out dan meninggalkan belanjaan di keranjang gara-gara opsi pengiriman yang tersedia tak cocok dengan kebutuhan atau terlalu mahal? 

Sesuaikan diri Anda dengan situs-situs yang menawarkan opsi pengiriman terbaik—mulai dari harga yang murah atau bahkan gratis sampai ke cash-on-delivery (COD) dan skala harga tergantung seberapa cepat Anda membutuhkan produk itu—akan menghemat waktu Anda dan terhindar dari sakit kepala. 

10. Aturan pengembalian barang. 

Pastikan bahwa toko online itu punya penawaran pengembalian barang yang bagus dan bebas gangguan.
read more

5 Mitos Keliru mengenai Android

Mashable
Ilustrasi
Di tengah persaingan pasar smartphone yang sengit, tak jarang kita temui kampanye negatif yang dilakukan sang pesaing.

Ketakutan (fear), ketidakpastian (uncertainty), dan keraguan (doubt), atau sering disingkat FUD, menjadi taktik pemasaran yang dianggap ampuh.

Untungnya platform yang kompetitif sering didukung oleh pengguna setia yang mau merogoh kocek demi perangkat pujaannya. Selain itu, sebagian dari mereka juga rela menulis reviewdi internet sebagai bentuk perlawanan terhadap rumor. 

Internet menjadi media ampuh untuk menyebarkan berita, termasuk berita palsu, seperti kematian selebritas, gosip, atau mitos. Begitu tersebar di internet, Anda tidak bisa menghentikannya walau ternyata kabar tersebut tidak benar.

Begitu juga untuk platform mobile. Banyak mitos keliru yang dikaitkan dengan Android, dan mitos tersebut terus berkembang. Berikut lima di antaranya, seperti dikutip KompasTeknodari Android Authority:

1. Android itu rumit

Banyak yang beranggapan bahwa smartphone dengan sistem operasi Android itu sulit digunakan. Pada kenyataannya, ikon-ikon dan menu yang ditampilkan Android lebih mudah dipelajari. 

Kebanyakan pemakai Android baru berasal dari feature phone (ponsel dengan kemampuan dasar). Feature phone memiliki ikon yang kaku dan pilihan menunya berlapis-lapis. Berbeda dengan sistem operasi Android yang dibuat agar antarmukanya bisa dijelajahi dengan mudah dan gampang dipelajari.

Dalam setiap versi terbarunya, antarmukanya selalu ditingkatkan. Tidak ada perbedaan penggunaannya dibandingkan dengan platform lain.

Data IDC yang baru-baru ini dikeluarkan menunjukkan pangsa pasar Android mencapai 80 persen. Hal tersebut menunjukkan betapa banyak orang yang bisa dengan cepat mengadopsi Android.

2. Android membutuhkan aplikasi Task Killer

Banyak yang berpendapat bahwa Android membutuhkan aplikasi Task Killer yang berguna untuk menutup aplikasi yang sudah digunakan dan agar tidak berjalan di background.

Pada awal-awal beredarnya smartphone Android, banyak aplikasi Task Killer yang diunduh pengguna. Aplikasi lain yang sejenis juga banyak diminati. Apakah benar Task Killer bisa menghemat baterai Android?

Beberapa argumen mengatakan, Task Killer bisa menghemat baterai, tetapi yang berpendapat sebaliknya pun banyak. Seperti diskusi yang terjadi di situs Lifehacker, ada yang mengatakan stabilitas dan baterai lebih baik saat Task Killer di-uninstall

Untuk membuktikannya sendiri, coba saja hapus aplikasi Task Killer di perangkat Android Anda, kemudian bandingkan performa dan daya tahan baterainya.

3. Android banyak "malware"

Malware
 Android memang banyak beredar. Namun, bagi pengguna kebanyakan, Android sangatlah aman. Untuk melindungi Android pun pengguna bisa melakukannya dengan mudah. 

Setiap aplikasi dalam Android akan meminta izin akses dari pengguna dan pengguna bisa memutuskan sendiri apakah ingin menginstal aplikasi tersebut atau tidak.

Jika masih merasa rumit, masih ada alternatif dengan menginstal aplikasi keamanan yang independen. Jangan memasang aplikasi di luar Google Play Store karena kebanyakanmalware berasal dari sumber pihak ketiga.

Untuk mengidentifikasi malware, jangan buru-buru melakukan update suatu aplikasi, baca dahulu ulasan dan lihat jumlah download-nya. Lakukan hal yang sama saat Anda browsing di PC, seperti tidak mengklik tautan atau attachment e-mail yang mencurigakan. 

Terakhir, jangan root Android Anda. Bagian terlemah dari Android adalah penggunanya. Jika pengguna mem-bypass lapisan keamanan yang dibuat dalam Android, maka pengguna membahayakan smartphone-nya sendiri.

4. Semua "smartphone" Android sama

Banyak pengguna yang mengatakan semua Android, merek dan model apa pun, itusmartphone yang payah. Saat ditelusuri, mereka ternyata menggunakan smartphoneAndroid dengan spesifikasi rendah dan biasanya dijual murah.

Google telah meningkatkan pengalaman penggunaan Android dan mengoptimalkan layanannya sehingga pengguna tidak butuh hardware canggih untuk menikmati platform ini. 

Sayangnya, kadang vendor smartphone memasang aplikasi tambahan lain, seperti antarmuka buatan mereka sendiri dan pemakai Android memasang bloatware, sehingga pekerjaan Google menjadi sia-sia.

Sisi positif dengan tidak adanya batasan dalam Android adalah, pengguna bisa memilih beragam perangkat dan harga yang bervariasi. Namun, sisi negatifnya adalah adanya kecacatan produk. 

Bacalah review banyak-banyak agar Anda bisa memilih smartphone Android yang sesuai dan tidak harus merogok kocek dalam-dalam.

5. Android lebih sering bermasalah dibanding produk kompetitor

Pada saat awal smartphone Android muncul, banyak yang berkata platform ini lambat. Aplikasi milik Android juga dibilang lebih sering crash dibanding platform lain. 

Yang sebenarnya terjadi adalah, tidak seiring sejalannya update antara hardware dansoftware. Pengembang aplikasi kadang membutuhkan waktu untuk mengoptimalkan aplikasinya tiap kali ada update hardware.

Beberapa studi menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Seperti data dari Crittercism yang dimuat majalah Forbes yang mengatakan bahwa aplikasi iOS lebih sering crash dibanding aplikasi Android. Namun, setahun kemudian, ternyata aplikasi iOS 6 lebih baik dibanding yang berjalan dengan Jelly Bean.

Setiap pengguna smartphone pasti pernah mengalami crash. Komplain yang lebih banyak dari Android kemungkinan berasal dari pengguna smartphone murah dengan hardware yangunderpowered, antarmuka yang telah dikustomisasi, serta bloatware yang diinstal. 

Smartphone atau tablet Android yang bagus tidak sering mengalami lag atau crashdibanding perangkat platform lain. Perlu diingat juga bahwa “bagus” belum tentu memiliki spesifikasi terbaik.
read more

Cara Install Aplikasi Android di BlackBerry

(Wicak Hidayat/KompasTekno)
BlackBerry Q10
BlackBerry membawa berbagai fungsi baru pada update atau pembaruan sistem operasi BlackBerry 10.2.1. Salah satu yang menarik, BlackBerry membuka "pintu" bagi aplikasi Android dengan format .APK.

Itu artinya, pengguna perangkat BlackBerry 10 dapat memasang aplikasi Android dengan cara mengunduhnya dari sumber mana pun. 

Pertanyaannya, bagaimanakah sebenarnya cara menginstalasi file APK ke perangkat BlackBerry? Perusahaan asal Kanada ini memang tidak menjelaskan dengan gamblang bagaimana cara memasang aplikasi Android. Namun, proses instalasi tersebut sebenarnya tidaklah terlalu sulit.

Berikut langkah-langkah untuk memasang aplikasi Android di BlackBerry 10.2.1, seperti dikutip dari Crackberry.

1. Cari file APK

Aplikasi Android APK tak harus didapatkan dari toko aplikasi BlackBerry World. Pengguna yang ingin memasang aplikasi Android dapat mengunduhnya dari sumber mana pun, asalkan aplikasi berformat APK dan dirancang setidaknya untuk sistem operasi Android 4.2.2 Jelly Bean.

Karena tidak berasal dari toko aplikasi resmi Android, dalam hal ini Google Play Store, keamanan file tersebut belum tentu aman. BlackBerry pun sudah mengakui hal tersebut.

Untuk mendapatkan file .APK yang aman, ada beberapa sumber yang tepercaya. Beberapa di antaranya adalah Amazon App Store, 1mobile Market, APK Train (situs web), dan Snap APK Downloader. 

Sumber seperti Amazon App Store dan Snap APK Downloader dapat berfungsi sama seperti toko aplikasi digital. Pengguna tinggal memilih APK mana yang mau diunduh. Keamanan dari file tersebut pun terjamin. 

2. Pindahkan file APK ke perangkat BlackBerry

Setelah mendapatkan file APK, pengguna harus memindahkannya ke perangkat BlackBerry.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memindahkannya. Pengguna bisa mengunduh langsung file APK melalui perangkat BlackBerry (apabila sumber file APK berupa situs web, seperti APK Train, langkah ini bisa dilakukan), mengirim file APK ke alamat e-mail sendiri, atau menyalin file tersebut langsung ke perangkat dengan menggunakan kabel data.

3. Instalasi file APK dari BlackBerry

Jika Anda mengunduh APK langsung dari perangkat BlackBerry, jendela "Download" akan terbuka untuk menanyakan nama yang akan digunakan dan tempat menyimpan file tersebut. Klik saja file tersebut setelah selesai diunduh, maka proses instalasi akan segera berjalan.

Jika dipindahkan dengan menggunakan kabel data, cara termudah untuk menemukan file tersebut adalah dengan menggunakan fitur Search. Klik saja ikon dengan lambang kaca pembesar, kemudian ketik ".apk". Seharusnya, file-file tersebut akan ditemukan di bagian Document and Files. Langkah terakhir, klik saja file yang mau diinstalasi.

Sekadar catatan, ada satu hal yang harus Anda lakukan terlebih dahulu sebelum melakukan proses instalasi. Pada bagian Setting, pilihlah App Manager, kemudian pilih "Installing Apps". Ubah setting menjadi "On". Dengan pengubahan pengaturan tersebut, perangkat sudah diizinkan untuk dipasangkan aplikasi dari luar BlackBery World.
read more

Windows XP Tinggal 3 Bulan, Masalah Bukan Cuma Virus.!

Microsoft
Logo booting Windows XP
Perlahan tapi pasti, tanggal "kematian" Windows XP yang ditetapkan pada 8 April 2014 semakin mendekat. Pada hari itu, Microsoft bakal menghentikan seluruh dukungan teknis untuk sistem operasi lawas yang telah berumur 13 tahun tersebut.

Semuanya, kecuali dukungan antimalware gratis Microsoft Security Essentials yang masih akan dilanjutkan hingga 14 Juli 2015. Tapi Windows Business Group Head Microsoft Lucky Gani mengingatkan bahwa ancaman yang mengintai pengguna Windows XP setelah akhir masa dukungan nanti tak hanya berasal dari program jahat atau virus saja.

"Isunya itu bukan cuma malware, tapi juga stabilitas sistem karena update teknis juga terhenti. Makanya, buruan migrate, tinggal tiga bulan lagi lho," ujar Lucky mengingatkan, ketika ditemui Kompas Tekno di Jakarta, Rabu (5/1/2014) saat jumpa pers aplikasi pemesanan taksi Blue Bird untuk PC dan tablet Windows 8.

Lucky mengatakan bahwa kalangan korporat di Indonesia yang masih menggunakan Windows XP di lingkungan kantor telah mulai bermigrasi meninggalkan sistem operasi uzur tersebut. Tak semuanya memilih Windows 8 yang merupakan OS terbaru Microsoft. Ada pula yang melakukan upgrade ke Windows 7.

Menurut dia, hal tersebut disebabkan oleh kebijakan berbeda yang berlaku di perusahaan masing-masing. "Ada, misalnya, yang oleh karena suatu alasan memiliki kebijakan tidak memakai software yang paling baru. Karena itu, mana yang dipilih tergantung kebutuhan masing-masing," jelas Lucky.

Kendati demikian, Lucky mengatakan bahwa alasan Windows 7 lebih dipilih dibanding Windows 8 kemungkinan tak terkait faktor kebutuhan hardware karena OS itu disebutnya memiliki persyaratan yang ringan. "Pakai (prosesor) Atom saja jalannya lancar kok."
Di samping  PC, Windows XP juga dipakai sebagai sistem operasi di sejumlah perangkat berbasis komputer, seperti mesin ATM. Mesin-mesin ini menggunakan OS Windows XP versi embedded yang berbeda dari versi PC.

Masa dukungan untuk Windows XP versi embedded masih akan berlanjut hingga 2016. Cepat atau lambat, mesin-mesin yang menggunakan OS tersebut harus diperbarui. Namun, Lucky mengatakan bahwa tanggung jawab untuk melakukan hal tersebut bukan berada di pihaknya. "Kalau untuk itu menyangkut penggantian hardware, harus dari penyedia alat," pungkasnya.
read more